Tim ENJ Diskusi Pengembangan Wisata Teluk Rhu

By Administrator 13 Agu 2017, 23:02:40 WIBNasional

Tim ENJ Diskusi Pengembangan Wisata Teluk Rhu

Keterangan Gambar : Tim ENJ saat sedang diskusi dengan kepala desa Teluk Rhu


TELUK RHU – Tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 Provinsi Riau bertemu dengan kepala desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara pada hari kedua pengabdian mereka.

Setelah melakukan penyambutan dengan ramah tamah, agenda dilanjutkan dengan diskusi antara peserta ENJ dengan Kepala Desa Teluk Rhu didampingi Ketua Karang Taruna dan Sekretaris Desa.

Ketua Tim ENJ Provinsi Riau, Dicky Adra kepada Tribunpekanbaru.com pada Senin (18/9) menyebutkan, pembahasan dalam diskusi dengan kepala desa terkait dengan permasalahan yang terjadi di Teluk Rhu, potensi yang dimiliki desa yang dikenal karena keindahan pantainya, dan tantangan yang dihadapi pemerintah untuk mengembangkan pariwisata.

“Tim dibagi menjadi tiga kelompok, yakni untuk berdiskusi dengan perangkat desa, meninjau lokasi pantai yang terkena abrasi dan sekolah yang akan dijadikan tempat mengabdi. Diskusi ini bertujuan untuk menentukan pemetaan potensi dan permasalahan di Teluk Rhu yang nantinya akan menjadi acuan bagi kami untuk menentukan kegiatan bagi divisi Pengembangan Masyarakat. Selain itu, kami juga harus memetakan kapasitas yang kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut mengingat waktu kami yang juga singkat,” ungkap Dicky

Kepala Desa Teluk Rhu, Masnur kepada Tribunpekanbaru.com menyebutkan, Teluk Rhu ini merupakan desa yang potensial dilihat dari keindahan pantainya di sepanjang daerah Tanjung Lapin sampai Tanjung Raya. Letaknya yang strategis karena berbatasan dengan Selat Malaka, dan didukung tersedianya fasilitas penginapan yang sudah dikelola oleh masyarakat.

“Masukan dari tim ENJ sangat diharapkan untuk bersama mengembangkan daerah Teluk Rhu. Kesenian di daerah Rupat Utara ini juga terkenal, seperti adanya legenda Puteri Sembilan yang pernah kami tampilkan dalam bentuk drama rakyat di Pekanbaru, tarian Zapin Api yang juga sudah diakui Pemerintah Bengkalis sebagai kesenian daerah Teluk Rhu, juga kompang, rebana, berpantun, bersyair, dan kesenian lain,” ungkap Masnur.

Ketua Karang Taruna Desa Teluk Rhu, Syamsudin menambahkan, selain itu ada pula agenda tahunan Mandi Safar yang sudah dimasukkan dalam kalender pariwisata Kabupaten Bengkalis.

“Namun, memang perlu ada kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah kabupaten Bengkalis dan Dinas Pariwisata Provinsi Riau untuk bersama mempromosikan daerah Teluk Rhu,” ungkap Syamsudin. (tribunpekanbaru)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment